Calon Karyawan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau sekitar 61 juta siswa disebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Program ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat, aktivitas industri, hingga penguatan sektor pangan dalam negeri.
Dilansir dari BRIN.go.id, Ketua Tim Peneliti MBG dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Iwan Hermawan, menjelaskan bahwa secara makroekonomi program MBG memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan dan terukur.
Berdasarkan hasil simulasi penelitian, program MBG diperkirakan mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional antara Rp14,5 triliun hingga Rp26 triliun. Selain itu, program tersebut juga mendorong kenaikan konsumsi agregat hingga 0,19 persen serta peningkatan investasi mencapai 0,24 persen.Iwan menjelaskan bahwa program MBG bekerja melalui penguatan permintaan domestik. Aktivitas belanja pemerintah untuk penyediaan makanan bergizi memicu pergerakan sektor riil, rumah tangga, hingga industri pengolahan makanan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa dampak inflasi dari program ini masih relatif terkendali sehingga tidak menimbulkan ketidakseimbangan ekonomi yang terlalu besar. Meski demikian, terdapat peningkatan impor yang menandakan perlunya penguatan rantai pasok domestik agar manfaat ekonomi lebih banyak terserap di dalam negeri.
Baca juga: Program MBG Dinilai Berisiko Pemborosan, Pengamat Soroti Anggaran Negara
MBG Dorong Produksi Pangan dan Industri Pengolahan
Program MBG tidak hanya berdampak pada sektor konsumsi, tetapi juga meningkatkan aktivitas produksi di berbagai sektor pangan. Sejumlah komoditas seperti beras, produk olahan daging, susu, hortikultura, hasil perikanan, hingga makanan berbahan tepung mengalami peningkatan permintaan.
Peningkatan kebutuhan tersebut turut mendorong pertumbuhan industri pengolahan serta sektor pendukung lainnya seperti kemasan makanan dan peralatan rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan bahwa efek ekonomi MBG menyebar ke berbagai lini industri secara berkelanjutan.
Selain itu, program MBG juga dinilai memiliki karakter padat karya karena melibatkan banyak tenaga kerja di sektor pangan dan pengolahan. Penelitian BRIN mencatat adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja hingga 0,19 persen, terutama pada sektor yang berkaitan langsung dengan rantai pasok makanan.
Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal dan UMKM pangan di berbagai daerah. Aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih hidup karena meningkatnya kebutuhan distribusi dan produksi bahan pangan.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis 2026 dan Pengaruhnya terhadap APBN
Dampak MBG Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga
Penelitian BRIN juga menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan pada berbagai kelompok rumah tangga baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Dampak terbesar dirasakan masyarakat desa, khususnya buruh dan pengusaha pertanian yang terlibat langsung dalam rantai produksi pangan.
Menariknya, kelompok nonpertanian di wilayah pedesaan juga mengalami peningkatan pendapatan yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan adanya efek lanjutan terhadap aktivitas distribusi, perdagangan, hingga pengolahan makanan di tingkat lokal.
Sementara itu, di wilayah perkotaan, manfaat ekonomi dirasakan cukup merata oleh berbagai kelompok masyarakat seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, pedagang pasar, hingga pekerja industri pengolahan makanan.
Iwan menjelaskan bahwa penelitian tersebut menggunakan metode Computable General Equilibrium (CGE) dengan bantuan software Gempack. Data penelitian berasal dari berbagai sumber resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Keuangan, serta sejumlah laporan kementerian dan jurnal penelitian terkait.
Baca juga: Cara Daftar Jobstreet dengan Mudah dan Cepat
Program MBG Dinilai Berpotensi Menggerakkan Ekonomi Nasional
Melalui hasil riset tersebut, program MBG dinilai bukan hanya sekadar program bantuan pangan, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi nasional. Perputaran anggaran yang besar dinilai mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga, memperkuat sektor produksi pangan, hingga menciptakan lapangan kerja baru.
Namun demikian, sejumlah pihak tetap menilai pemerintah perlu memperkuat tata kelola distribusi, pengawasan anggaran, dan rantai pasok domestik agar manfaat ekonomi program MBG bisa lebih optimal serta berkelanjutan dalam jangka panjang.
FAQ
Penutup
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan hasil riset BRIN, program ini mampu mendorong pertumbuhan PDB, meningkatkan konsumsi rumah tangga, memperkuat sektor pangan, hingga membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Meski demikian, keberhasilan program MBG tetap membutuhkan pengelolaan yang tepat, mulai dari distribusi, pengawasan anggaran, hingga penguatan rantai pasok domestik. Dengan tata kelola yang efektif dan berkelanjutan, program MBG berpotensi menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Posting Komentar untuk "MBG Dinilai Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Serapan Jutaan Tenaga Kerja"